Panduan ini menjelaskan langkah praktis konfigurasi jaringan menggunakan perangkat Cisco dan MikroTik. Selain itu, materi mencakup persiapan, konfigurasi dasar (VLAN, DHCP, NAT, routing), keamanan, pengujian, serta checklist lab. Oleh karena itu panduan ini cocok untuk teknisi kampus, kantor cabang, dan lab pembelajaran yang ingin cepat praktik dan menerapkan best practice.
Perbandingan singkat Cisco dan MikroTik
Pertama, Cisco ideal untuk skala enterprise karena menawarkan fitur routing dan switching lanjutan seperti OSPF, BGP, QoS, dan MPLS. Sementara itu, MikroTik lebih cost‑effective dan fleksibel untuk SMB, ISP kecil, atau lab karena RouterOS menyediakan WinBox dan CLI. Selain itu, MikroTik sering dipilih ketika anggaran terbatas; oleh sebab itu pemilihan perangkat harus mempertimbangkan skala, anggaran, dan kebutuhan fitur operasional.
Persiapan sebelum konfigurasi
Sebelum konfigurasi, lakukan inventarisasi perangkat dan buat diagram jaringan. Selain itu siapkan akses manajemen (console, SSH, WinBox) dan backup konfigurasi awal. Selanjutnya, ubah password default dan batasi akses manajemen berdasarkan IP untuk hardening awal. Dengan demikian Anda mengurangi risiko kesalahan saat konfigurasi dan mempermudah rollback jika diperlukan.
Konfigurasi dasar Cisco
Setup awal dan manajemen
- Set hostname dan domain; kemudian buat user admin dan aktifkan SSH.
- Contoh:
hostname R1;ip domain-name contoh.local;username admin privilege 15 secret <password>.
VLAN dan switchport
- Buat VLAN lalu assign port access; selanjutnya konfigurasikan trunk untuk uplink.
- Perintah inti:
vlan 10,interface range GigabitEthernet0/1-10,switchport mode access,switchport access vlan 10,switchport mode trunk.
Routing dan NAT
- Konfigurasikan interface dan routing statis; kemudian terapkan NAT overload untuk akses internet.
- Contoh:
interface GigabitEthernet0/0;ip address 192.168.1.1 255.255.255.0;ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 203.0.113.1;ip nat inside source list 1 interface GigabitEthernet0/0 overload.
Routing dinamis singkat (OSPF)
- Aktifkan OSPF untuk skenario dinamis:
router ospf 1;network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0. Dengan demikian routing antar segmen menjadi otomatis dan lebih mudah dikelola.
Konfigurasi dasar MikroTik
Setup awal dan akses
- Akses via WinBox atau SSH; lalu ubah password admin dan set identity:
system identity set name=R1. Selain itu pastikan firmware up to date.
IP addressing dan DHCP
- Set IP pada interface, kemudian buat DHCP pool dan DHCP server.
- Contoh:
ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2;ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.10.10-192.168.10.100;ip dhcp-server add address-pool=dhcp_pool interface=ether2 lease-time=1d.
NAT dan bridging
- Terapkan NAT masquerade untuk akses internet:
ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade. Selanjutnya buat bridge dan VLAN sesuai topologi.
Firewall dan bandwidth
- Buat rule dasar untuk manajemen dan drop trafik tidak diinginkan; kemudian gunakan simple queue atau queue tree untuk shaping.
- Contoh:
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp dst-port=22 action=accept;ip firewall filter add chain=input action=drop;queue simple add name=limit-user target=192.168.10.0/24 max-limit=10M/10M.
Keamanan, testing, dan best practices
Pertama, batasi akses manajemen (SSH/WinBox) hanya dari jaringan admin; selain itu integrasikan RADIUS/AAA untuk otentikasi terpusat. Selanjutnya lakukan patch firmware secara berkala dan simpan backup konfigurasi. Untuk testing, gunakan ping, traceroute, dan packet capture (Wireshark atau torch) untuk verifikasi end‑to‑end. Selain itu buat runbook dan checklist perubahan sehingga setiap modifikasi mengikuti change management; dengan demikian Anda meminimalkan risiko outage akibat konfigurasi yang tidak teruji.
Lokasi pelatihan
Pelatihan dan workshop tersedia di Kampus Polindo Madiun
Alamat Jl. Setia Budi No.60, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139



