Administrasi jaringan modern menggabungkan otomasi, observability, dan keamanan berbasis identitas untuk menjaga ketersediaan serta performa layanan TI. Selain itu peran administrator kini meluas ke orkestrasi cloud‑hybrid, telemetry, dan kebijakan berbasis kebijakan (policy‑driven), sehingga operasi menjadi lebih proaktif dan terukur.
Peran dan kompetensi utama
- Otomasi dan Infrastructure as Code (IaC): gunakan Ansible atau Terraform untuk provisioning dan konfigurasi sehingga perubahan konsisten dan dapat diaudit.
- Observability dan telemetry: terapkan telemetry (gNMI, streaming telemetry), NetFlow, dan metrik Prometheus untuk visibilitas end‑to‑end.
- Keamanan terintegrasi: adopsi Zero Trust, NAC, microsegmentation, serta MFA untuk akses manajemen.
- Cloud‑hybrid networking: kelola konektivitas on‑premise dan cloud (SD‑WAN, VPN, direct connect) untuk layanan terdistribusi.
- Scripting dan analisis: kemampuan scripting (Python, Bash) dan analisis log untuk automasi tugas rutin dan troubleshooting.
Arsitektur operasional yang direkomendasikan
- Layered design: pisahkan management plane, control plane, dan data plane; selanjutnya gunakan VRF/VLAN untuk isolasi trafik.
- Automation pipeline: simpan konfigurasi di Git; kemudian gunakan CI/CD untuk validasi konfigurasi sebelum deployment.
- SLO/SLI dan runbook: definisikan SLO untuk layanan kritikal; lalu siapkan runbook dan playbook incident response untuk eskalasi cepat.
Tugas rutin dan proses harian
- Patch dan firmware management: jadwalkan pembaruan berkala dan uji di lab staging sebelum produksi.
- Backup konfigurasi: lakukan backup otomatis dan versi‑kontrol konfigurasi perangkat.
- Monitoring dan alerting: pantau metrik kunci, threshold, dan synthetic tests; kemudian triage alert berdasarkan severity.
- Capacity planning: evaluasi kapasitas bandwidth, IP pool, dan perangkat setiap kuartal; selanjutnya rencanakan upgrade bila diperlukan.
- Change management: dokumentasikan perubahan, lakukan code review untuk playbook, dan siapkan rollback plan.
Tools dan teknologi umum
- Automation: Ansible, Terraform, Python scripting.
- Observability: Prometheus, Grafana, vendor telemetry, ELK/EFK, SIEM.
- Network management: NetBox (IPAM), SNMP, NetFlow/sFlow, streaming telemetry.
- Security: NAC, EDR, WAF, IDS/IPS, MFA.
- Connectivity: SD‑WAN, VPN, BGP/OSPF untuk routing multi‑site.
Incident response dan pemulihan
- Detect: korelasi log di SIEM dan analisis anomali telemetry.
- Contain: isolasi segmen atau host yang terpengaruh menggunakan ACL atau microsegmentation.
- Mitigate & recover: jalankan playbook otomatis untuk patching, cleanup, dan restore dari backup; kemudian verifikasi layanan.
- Postmortem: dokumentasikan RCA dan perbarui runbook serta automation playbook.
Risiko umum dan mitigasi singkat
- Konfigurasi manual berisiko → mitigasi: IaC, code review, dan automated testing.
- Blind spots observability → mitigasi: telemetry end‑to‑end dan synthetic monitoring.
- Lateral movement internal → mitigasi: microsegmentation, least privilege, dan NAC.
- Kegagalan integrasi cloud → mitigasi: desain hybrid dengan fallback on‑premise dan uji failover.
Pelatihan dan lokasi kampus
Pelatihan tersedia di Kampus Polindo Madiun.
Alamat Jl. Setia Budi No.60, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139.




