Pengendalian dan pemeriksaan keuangan SPPG memastikan setiap penerimaan dan pengeluaran tercatat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu tim akuntansi mencatat transaksi secara real time, memverifikasi dokumen sumber, dan menyusun laporan harian, dua mingguan, serta bulanan. Dengan demikian proses pengajuan dana dan audit berjalan lebih lancar. Oleh karena itu pengelola harus menerapkan prosedur yang konsisten agar data keuangan selalu siap diaudit dan dapat dipakai untuk pengambilan keputusan operasional.
Kutipan kunci dari dokumen sumber
Dokumen pedoman menyatakan bahwa SPIP merupakan proses integral yang dijalankan pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien. Selain itu SPIP menjamin keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang‑undangan. Selanjutnya dokumen menegaskan bahwa SPPG wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana melalui laporan harian untuk auto top up, laporan dua mingguan, dan laporan bulanan. Pernyataan ini menegaskan kewajiban pelaporan dan peran SPIP dalam menjaga tata kelola program MBG.
Lingkungan pengendalian dan penilaian risiko
Pimpinan harus menegaskan integritas, menetapkan wewenang, dan memastikan staf memiliki kompetensi yang memadai. Selain itu tim perlu melakukan penilaian risiko secara rutin untuk mengidentifikasi hambatan yang dapat mengganggu pencapaian tujuan program. Dengan hasil penilaian tersebut tim dapat merancang pengendalian yang tepat, misalnya pemisahan fungsi, otorisasi transaksi, pembatasan akses, dan dokumentasi prosedur tertulis. Terakhir, pemantauan berkelanjutan memastikan pengendalian tetap efektif.
Pencatatan, verifikasi, dan rekonsiliasi
Petugas mencatat transaksi di Buku Kas Umum (BKU) dan buku pembantu secara akurat dan tepat waktu. Selanjutnya tim memverifikasi bukti pengeluaran seperti kwitansi dan BAST sebelum mencatat. Selain itu tim merekonsiliasi saldo BKU dengan buku pembantu bank dan petty cash secara berkala untuk memastikan konsistensi. Dengan langkah‑langkah ini organisasi memudahkan penelusuran bukti saat audit dan mengurangi kesalahan pencatatan.
Mitigasi risiko operasional
Program MBG menghadapi risiko seperti makanan kadaluwarsa, kualitas gizi yang tidak sesuai, keterlambatan pengiriman, dan kekurangan bukti pengeluaran. Oleh karena itu pengelola perlu menetapkan spesifikasi bahan baku dan melatih tenaga pengolah tentang higienitas. Selain itu tim harus melakukan survei harga lokal minimal tiga penyedia untuk menetapkan harga at cost. Dengan menjadwalkan pengiriman yang realistis dan memeriksa mutu pengiriman, tim dapat mendeteksi masalah lebih awal dan mengambil tindakan korektif.
Mekanisme pemeriksaan dan tindak lanjut
Pemeriksaan harus berjalan independen, objektif, dan profesional. Pemeriksa berwenang meminta dokumen, mengakses data, dan mengambil sampel. Sebaliknya pihak yang diperiksa wajib menyerahkan dokumen yang benar dan lengkap serta memberikan keterangan jujur. Setelah pemeriksaan organisasi harus menindaklanjuti rekomendasi secara sistematis, memperkuat SPIP, memperbaiki SOP, dan berkoordinasi dengan APIP untuk pendampingan perbaikan. Dengan demikian temuan pemeriksaan berubah menjadi perbaikan operasional yang nyata.
Langkah cepat untuk implementasi
Untuk mempercepat penerapan susun checklist verifikasi untuk setiap pengeluaran dan terapkan pencatatan real time. Selain itu unggah bukti digital setiap hari dan jalankan rekonsiliasi mingguan antara BKU dan buku pembantu bank. Terapkan pemisahan tugas antara maker, approver, dan PPK serta aktifkan log akses untuk melacak perubahan data. Terakhir, evaluasi risiko secara berkala dan perbarui runbook operasional sesuai temuan audit.
Penutup dan pelatihan
Pengendalian dan pemeriksaan yang konsisten menjaga program Makan Bergizi Gratis tetap transparan dan akuntabel. Oleh karena itu kami mengundang pengelola SPPG mengikuti pelatihan praktik pengendalian, pencatatan BKU, rekonsiliasi, dan pemeriksaan laporan di Kampus Polindo Madiun. Sesi pelatihan mencakup simulasi pencatatan, studi kasus rekonsiliasi Virtual Account, dan latihan penyusunan laporan dua mingguan serta bulanan.
Lokasi pelatihan
Kampus Polindo Madiun
Jl. Setia Budi No.60, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139.




